Kamis, 07 Juni 2012

Bahaya Pestisida pada buah dan sayur


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
            Bahan pestisida yang ada di buah dan sayur mungkin tidak asing lagi ditelinga kita, hampir semua buah dan sayuran yang dijual bebas dipasaran, supermarket dan swalayan-swalayan pasti mengandung pestisida. Buah dan sayuran tersebut mengandung residu pestisida yang sangat berbahaya bagi tubuh dapat menyebabkan kanker, tumor dan penyakit kronis lainnya.
            Bahaya tersebut akan timbul dalam jangka waktu yang panjang. Sebuah penelitian menunjukan bahwa ibu hamil yang memakan buah dan sayur yang mengandung residu pestisida atau bahan kimia lainnya dapat membuat janin yang dikandungnya akan lahir premature dengan berat badan lahir rendah.
            Indonesia sebagai negara pengimpor harus secara tegas melakukan control keamanan pangan. Ambang batas bahaya kandungan pestisida dalam pangan sudah diketahui. Oleh karena itu, dengan dasar tersebut pemerintah bisa melarang buah-buahan yang mengandung pestisida melebihi ambang batas. Kebijakan ini harus diberlakukan pada buah-buahan dalam negeri karena inti dari strategi keamanan pangan adalah melindungi konsumen dari pangan berbahaya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pangan organic dan pangan konvensional?
2.      Apakah Pestisida itu ?
3.      Bagaiman cara memilih, menyimpan dan bahan makanan yang aman ?

C.     Tujuan
            Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang pangan konvensional dan juga untuk mengetahui definisi dari pestisida bagaimana penggunaan dan efek dari residu pestisida. Serta diberikan tips bagiman memilih, menyimpan dan mengolah bahan makanan yang benar.
BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pangan Organic dan Pangan Konvensional
            Sebagian produk buah dan sayuran sekarang menggunakan label organic untuk lebih menarik konsumen. Sebenarnya semua jenis pangan yang berasal dari organism hidup dapat dikatakan organic. Pengertian organic adalah sesuatu yang mengandung karbon. Namun, saat ini istilah organic digunakan secara terbatas untuk produk tanaman yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk buatan. Jadi, dalam pertanian organic produknya tidak bersentuhan dengan bahan pembuat pestisida seperti sulfur, copper, dan nikotin.
            USDA ( Departemen Pertanian AS) pada tahun 1998 mengusulkan bahwa pangan yang dijual di pasaran boleh mengklaim diproduksi secara organic apabila paling sedikit 50% bahan penyusunnya benar-benar diproduksi secara organic. Untuk pangan kemasan dipersyaratkan 95% bahannya dilakukan melalui pertanian organic. Selain itu pangan tersebut tidak boleh mengandung nitrat, nitrit, dan sulfit.
            Kekhawatiran orang terhadap pangan konvensional tidak terlepas dengan digunakannya bahan kimia. Tidak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan residu pestisida dalam bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Yang kemungkinan dapat berakumulasi pada tubuh. Pestisida dalam tubuh manusia dapat bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker.
            Kontroversi mengenai dampak pestisida terhadap kesehatan mungkin akan terus ada. Banyak penelitian tentang bahaya pestisida dilakukan pada hewan percobaan. Telah diketahui bahwa system metabolism hewan percobaan seperti tikus kelinci atau monyet berbeda dengan manusia. Oleh sebab itu, diperlukan kehati-hatian dalam menafsirkannya apabila akan diterapkan pada manusia. Sementara itu riset pestisida pada manusia jumlahnya masih sangat terbatas.

B.       Pengertian Pestisida
            Pestisida merupakan zat kimia yang dipakai untuk mengendalikan atau membasmi hama. Pestisida juga merupakan racun tetapi juga mempunyai tujuan khusus untuk melindungi hasil pertanian manusia dari organism lain. Oleh karena itu jika pestisida harus digunakan, pemilihanya harus sesuai dengan kekhususanya yaitu membasmi hama. Tapi pada kenyataannya kebanyakan pestisida tidak digunakan secara selektif sehingga memberikan efek yang menetap pada system biologis jika pemakaiannya tidak tepat . Sampai saat ini sumber terbesar kontaminasi pestisida berasal dari penggunaanya dibidang pertanian dan kesehatan masyarakat.
            Pestisida banyak disalahgunakan terutama dinegara-negara yang pengaturan dan pemantauan pertaniannya tidak kuat. Beberapa pestisida seperti DTT, dibanyak negara sudah dilarang tapi di negara lain malah banyak tersedia. Udara dapat tercemar pestisida saat penyemprotan berlangsung. Pestisida yang menguap didalam rumah dapat terisap oleh penghuninya. Absorpsinya didalam tubuh manusia dapat melalui kontak kulit dengan permukaan yang terkena semprot atau akibat mengonsumsi makanan yang mengandung pestisida.
            Di beberapa negara, hanya ada sedikit control atau anjuran mengenai jadwal/waktu penggunaan pestisida; tak jarang pestisida disemprotkan beberapa jam atau hari sebelum hasil pertanian dipasarkan, seperti itu mugkin mengandung residu yang dapat menyebabkan paparan tingkat tinggi jika segera dikonsumsi setelah panen. Di beberapa negara, kejadian itu menjadi masalah utama karena kebanyakan sayuran ditanam di ladang-ladng kecil dekat daerah perkotaan dan hasil pertanian yang telah disemprot itu langsung dipasarkan: seringkali dengan pencucian yang tidak ade kuat. Kadang-kadang, pestisida sengaja disemprotkan saat dipasarkan untuk mengendalikan lalat.
            Selain kontaminasi langsung akibat penyemprotan terhadap makanan hasil pertanian, ada beberapa cara lain yang menyebabkan makanan terkontaminasi pestisida. Contoh :Ikan yang ada di sawah yang padinya diberi semprotan pestisida juga dapat mengandung residu pestisida dalam kadar yang cukup signifikan.
            Di masa paceklik, muncul kasus keracunan masal akibat manusia atau hewan peliharaan memakan biji-bijian yang sebelumnya disemprot oleh pestisida. Keracunan akibat pestisida sudah menjadi masalah di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Mayoritas kasus keracunan pestisida yang tidak disengaja terjadi di kalangan para petani dan keluarga mereka akibat paparan yang terjadi selama penyampuran atau penyemprotan pestisida.
            Paparan kronis diduga menyebabkan masalah reproduksi dan memperbesar risiko terkena kanker, mengalami efek neurologis dan psikologis serta efek pada system imun. Zat kimia dapat menyebabkan kerusakan pada makhluk hidup lainnya melalui berbagai jenis cara yaitu penetrasi melalui kulit, absorpsi melalui paru-paru, absorpsi melalui saluran pencernaan. Di beberapa tempat yang mengalami masalah hama yang cukup serius masih melakukan penyemprotan hasil panen sebelum dipasarkan.
            Beberapa campuran pestisida dapat menjadi sangat berbahaya jika formulanya toksik dan mengandung solven yang larut lemak, seperti minyak tanah, xilen dan produk pretoluem lainnya yang dapat mempermudah pestisida menembus kulit. Beberapa efek umum pestisida pada kulit dilihat dalam table berikut :
PESTISIDA
EFEK
Paraquat, captafol, mancozeb, 2,4-D
Dermatitis kontak
Benomyl, DDT, linden, zineb, malathion
Sensitisasi kulit, reaksi alergi, ruam kulit
Heksaklobenzen, benomyl, zineb
Reaksi fotoalergi
Pestisida organoklorin
Chloracne
Heksaklorobenzen
Jaringan parut yang dalam, rambut rontok,

C.  Membersihkan, Menyimpan dan Mengolah Bahan Makanan
1.    Cara Menghilangkan Residu Pestisida pada buah dan sayuran
a.       Gunakan air bersih  yang matang dan mengalir untuk membersihkan sayuran. Jangan gunakan air yang diam, karena air yang diam (direndam) akan membuat racun yang sudah larut menempel lagi pada sayuran. Bilaslah sayuran dengan air yang bersih. 
b.      Cuci semua bagian sayuran, termasuk bagian dalam. Buang bagian terluar dari sayuran berdaun.
c.        Cuci dengan sabun khusus food grade misalnya pigeon liquid cleanser atau mama lemon
d.      Gunakan sikat gigi atau sikat yang lembut untuk membersihkan pestisida dari buah dan sayur, serta tetap gunakan air yang mengalir.
e.       Selain pencucian, perendaman dengan air panas (blanching) berisi garam juga akan mengurangi kandungan pestisida.
f.       Sayuran mentah mungkin mengandung residu pestisida lebih tinggi. Pemasakan atau pengolahan yang baik terbukti dapat menekan kandungan residu pestisida.
2.    Cara menyimpan buah dan sayur yang benar
a.       Pastikan sayur dan buah menjadi segar dan tahan lama.
b.      Sayur dan buah dicuci, dibungkus dengan kertas dan simpan di dalam kulkas.
c.       Jlka tidak ada kulkas, disimpan di tempat yang dingin dan redup di dapur. Hindari penggunaan tas plastik agar tidak menjadi layu dan hilang vitaminnya.
d.      Buah seperti pisang jangan disimpan di dalam kulkas karena kulitnya akan menjadi hitam dan busuk.
e.       Sayur dan buah di dalam kemasan hendaklah dipindahkan di dalam wadah, kemudian disimpan di kulkas.
3.    Cara Mengolah buah dan Sayur
            Sayur dan buah kaya dengan vitamin dan garam mineral. Vitamin C mudah rusak atau  larut pada saat dimasak, melalui proses pengoksidaan, dan cara pemotongan atau pengupasan. Sayur dan buah perlu dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran, serangga yang melekat, dan sisa racun pestisida, kemudian baru dipotong. Jangan merendam sayur-sayuran dan buah-buahan yang telah dipotong, karena vitamin C mudah larut di dalam air .
            Buah-buahan yang perlu dikupas kulitnya harus cepat disantap karena vitamin C mudah teroksida oleh udaradan suhu yang tinggi Hindari memotong sayuran dan buah terlalu kecil karena ukuran kecil juga menyebabhan mudah terjadi proses pengoksidaan. Sebaiknya buah-buahan segar baru dipotong ketika hendak dimakan saja. Sel yang rusak akan mengeluarkan enzim dan menyebabkan hilangnya vitamin C. Jangan memasak sayur-sayuran terlampau masak. (Natural vol 9, 2005, hal 44)





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
          Berdasarkan analisa masalah diatas kita dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar sayur dan buah yang dijual dipasaran mengandung residu pestisida. Pestisida adalah suatu zat kimia yang digunakan para petani untuk membasmi hama. Yang dapat menyebabkan berbahaya apabila penggunaan pestisida tersebut tidak tepat serta takaran yang berlebih atau tidak pas.
          Pestisida dapat menjadi racun pada manusia karena formula atau campurannya yang berbahaya serta menimbulkan penyakit kronis dalam jangka waktu yang panjang. Misalnya kanker, tumor, dan lain sebagainya. Memang bahaya tersebut tidak akan dirasakan secara langsung oleh konsumen, tapi jika terus-terusan zat kimia tersebut akan mengendap ditubuh dan menyebabkan kanker.

B.  Saran
1.   Sebagai Petani
       Sebaiknya mereka tahu berapa jumlah pestisida yang diperbolehkan untuk buah dan sayur, tidak menggunakannya secara berlebihan dapat juga menggunakan orang-orangan sawah untuk mengusir burung pemakan buah, atau dengan kaleng bekas yang ditali disepanjang kebun.
2.   Sebagai Produsen
       Berlakulah jujur dan tidak curang, hasil panen yang akan didistribusikan sebaiknya tidak disemprot pestisida agar saat di pasar tidak ada lalat yang mengrubungi.
3.   Sebagai Konsumen
       Jadilah konsumen yang pandai, pilihlah buah dan sayuran segar dengan warna cerah, bentuknya harus tetap cantik dan bertekstur keras, kulit permukaan tidak keriput, dan banyak mengandung air, serta untuk sayuran (kacang) renyah saat dipatahkan. Jika menginginkan sayuran yang aman maka tanamlah sendiri di rumah anda. Setelah membeli buah dan sayur cuci segera dengan air yang mengalir.
DAFTAR PUSTAKA


Khomsan,Ali.2006.Solusi Makanan Sehat.PT Raja Grafindo Persada:Jakarta
Widyastuti,Palupi.2005.Bahaya Bahan Kimia Pada Kesehatan Manusia dan          Lingkungan.Buku Kedokteran EGC:Jakarta
http://carabudidaya.com/akibat-pupuk-dan-pestisida-kimia/
            diunduh pada tanggal 07 Mei 2012 ; Pukul 16.50

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar